Kisah Belum Dewasa Inspiratif Yang Mengharukan
Anne Frank,1929 – 1945
Annelies Marie “Anne” Frank (12 Juni 1929 – Februari/Maret 1945) ialah seorang wanita kaum Yahudi yang menulis sebuah buku harian saat ia bersembunyi bersama keluarga dan empat temannya di Amsterdam semasa pendudukan Nazi di Belanda pada Perang Dunia II.
Setelah bersembunyi selama dua tahun, grup mereka dikhianati dan mereka dibawa ke kamp konsentrasi yang menimbulkan seluruhnya tewas kecuali Otto, ayah Anne.
Otto kembali ke Amsterdam dan beliau menemukan buku harian anaknya. Karena yakin akan uniknya catatan tersebut, Otto berusaha mempublikasikannya. Buku harian tersebut diberikan kepada Anne pada ulang tahunnya yang ketiga belas dan mencatat rentetan peristiwa-peristiwa kehidupan Anne dari 12 Juni 1942 sampai catatan terakhir pada 1 Agustus 1944.
Akhirnya buku harian itu diterjemahkan dari bahasa Belanda ke banyak sekali bahasa dan menjadi salah satu buku yang paling banyak dibaca di dunia. Beberapa produksi teater dan film juga mengangkat tema diari ini. Buku harian yang digambarkan sebagai karya yang cukup umur dan berwawasan ini menyodorkan potret kehidupan sehari-hari yang mendalam di bawah pendudukan Nazi; melalui tulisannya, Anne Frank menjadi salah satu korban Holocaust yang paling banyak dibicarakan.
(tapi ada jga yg menyampaikan kalo dongeng dari anne frank cuma hoax )
Iqbal Masih,1982 – 1995
Iqbal Masih ialah seorang anak pria Pakistan umur 4 tahun yang telah dijual ke industri karpet sebagai budak dengan harga US$12. Dia disuruh bekerja selama dua belas jam perhari. Karena jam kerja yang usang dan keras,kurang masakan dan perawatan, Iqbal mempunyai badan yang sangat kecil.
Pada usia dua belas tahun, Iqbal bertubuh tak layaknya anak pria yang gres berusia 6 tahun. Pada usia 10 tahun, beliau melarikan diri dari perbudakan brutal dan kemudian bergabung dengan Front Pembebasan Buruh bond Pakistan untuk membantu menghentikan pekerja anak di seluruh dunia,iqbal meolong lebih dari 3.000 anak Pakistan lepas dari perburuhan,escape to freedom. Dia telah dibunuh pada hari Minggu Easter 1995. Diduga oleh banyak pihak bahwa ia telah dibunuh oleh anggota “Carpet Mafia” alasannya ialah ia membawa publisitas terhadap pekerja anak di industri.
Pada tahun 1994, Iqbal telah dianugerahkan Reebok Human Rights Award. Pada tahun 2000, saat Hadiah untuk Hak-hak Anak dibentuk, beliau diberikan hadiah ini sebagai salah satu laureates.
Hector Pieterson,1964 – 1976
Hector Pieterson (1964 – 16 Juni 1976) menjadi ikon gambar pada tahun 1976 wacana pemberontakan apartheid di Afrika Selatan saat gosip foto oleh Sam Nzima wacana selesai hidup Hector yang sedang digendong oleh temannya, telah diterbitkan di seluruh dunia.
Dia dibunuh pada usia 12 tahun saat polisi menembaki siswa yang berunjuk rasa. 16 juni bangkit sebagai simbol perlawanan terhadap kekejaman dari pemerintah apartheid.
Saat ini, diketahui sebagai Hari Nasional Pemuda – sehari di Afrika Selatan yang menghormati kaum muda dan membawa perhatian terhadap kebutuhan mereka. 16 juni 2002,telah diresmikan sebuah museum Hector Pieterson di akrab daerah beliau di Orlando Barat.
Nkosi Johnson,1989 – 2001
lahir pada tahun 1989 di johanesburg.ia tidak pernah tahu ayahnya.Nkosi telah Mengidap HIV faktual sejak lahir,dia diadopsi oleh Gail johnson.Nkosi johnson mulai memjadi perhatian publik pada tahun 1997,ketika sebuah sekolah dasar dikota melville johannesburg menolak untuk menerimanya sebagai murid dikarenakan penyakit HIV-positif yang beliau derita.kejadian tersebut mengakibatkan kehebohan ditingkat tertinggi politik afrika selatan,konstitusi melarang deskriminasi atas dasar status medis.
Nkosi ialah inti pembicaraan di 13 Konferensi AIDS Internasional, di mana ia mendorong korban AIDS yang akan terbuka wacana penyakit dan untuk mendapatkan perlakuan yang sama.
Ini ialah cuplikan kata sambutan Nkosi: “kita semua insan yang sama, Kami mempunyai tangan, Kami mempunyai kaki, Kami sanggup berjalan, kami sanggup berbicara, kami mempunyai kebutuhan ibarat orang lain,jangan takut kepada kami,karena kita semua sama”
Nelson Mandela menyebut Nkosi sebagai “ikon usaha untuk hidup”. Bersama dengan ibu angkat, Nkosi mendirikan sebuah daerah dukungan HIV faktual untuk ibu dan belum dewasa mereka, Nkosi Haven’s, di Johannesburg.Pada bulan November 2005, Gail mewakili Nkosi saat ia mendapatkan Hadiah Perdamaian internasional anak dari tangan Mikhail Gorbachev. Nkosi’s Haven mendapatkan US $ 100.000 hadiah uang dari Yayasan KidsRights serta patung yang telah menamai Nkosi di Nkosi Johnson’s kehormatan.kehidupan nkosi ialah subjek dari buku Kami oleh Jim Woote.
Samantha Smith,1972 – 1985
Samantha Reed Smith ialah siswi Amerika dari Manchester, samantha menjadi populer di kala Perang cuek Amerika dan Uni Soviet. Pada bulan November 1982, saat Smith berusia 10 tahun, beliau menulis surat kepada pemimpin Uni Soviet Yuri Andropov,dia menanyakan mengapa kekerabatan antara Uni Soviet dan Amerika Serikat begitu menegangkan.kemudian surat tersebut dimuat koran Soviet di Pravda. Samantha sangat bahagia mengetahui bahwa surat itu telah diterbitkan, Namun, beliau tidak mendapatkan balasan. Dia kemudian mengirim surat ke Uni Soviet’s di Duta Besar Amerika Serikat untuk menanyakan apakah ada respon dari tuan Andropov.
Pada tanggal 26 April 1983, ia mendapatkan respon dari Andropov. Smith menarik perhatian media luas di kedua negara tersebut sebagai “Goodwill Ambassador”, dan menjadi dikenal sebagai “Duta Besar Amerika Serikat yang lebih muda” berpartisipasi dalam acara perdamaian di Jepang. Dia menulis sebuah buku dan co-bintang dalam serial televisi, sebelum kematiannya pada usia 13 tahun di Bar Harbor Airlines Penerbangan 1808 pesawat crash.
Thandiwe Chama,1991
thandiwe Chama ialah gadis Zambia berusia 16 tahun,dia memperoleh scooped the 2007 International Children’s menyingkirkan 28 nominasi lainnya dari seluruh dunia.hadiah yang prestasius tersebut diberikan kepada thandiwe pada hari ahad oleh pemenang hadiah nobel perdamaian betty williams and Live8 inisiator,sir bob geldof.hadiah berupa patung “the Nkosi” dan uang sebesar 100.000 Euro. Pada tahun 1999 saat thandiwe berusia 8 tahun,sekolahnya ditutup alasannya ialah tidak ada guru,thandiwe beserta 60 anak lainnya berjalan mencari sekolah lainnya.akhirnya semua belum dewasa tersebut ditampung di the Jack Cecup School.
diperkuat dengan prestasinya, thandiwe selalu meneriakkan wacana hak-hak anak sekolah untuk mendapatkan pendidikan yang layak. Thandiwe terus bersuara,misalnya dengan berbicara didepan gereja wacana belum dewasa dan AIDS,tetapi persoalan tidak selalu gampang dibahas di gereja.bersama dengan temannya beliau menulis dan mengilustrasi sebuah buku yang berjudul “the chicken with AIDS” yang menceritakan wacana kisah belum dewasa penderita AIDS. “Ini sangat penting untuk mengetahui bahwa anak juga mempunyai hak. Di sekolah saya berguru wacana hak. Dan kemudian saya tahu bahwa ini ialah sesuatu yang ingin saya untuk memerangi. Karena kalau belum dewasa telah diberi kesempatan, mereka yakin sanggup berkontribusi di dunia ini menciptakan daerah yang lebih baik. “-
Thandiwe Chama Om Prakash Gurjar,1992
Pada usia lima tahun,dia diambil dari orang tuanya dan bekerja diladang selama 3 tahun.setelah itu beliau menjadi pencetus di Bachpan Bachao Andolan,dia berkampanye wacana pendidikan gratis di rajasthan.dia kemudian membantu mendirikan sebuah network yang dikenal dengan nama “child friendly villages”,tempat belum dewasa yang dihormati dan hak-hak pekerja anak tidak diperbolehkan. Dia juga mengatur network yang bertujuan untuk memperlihatkan semua belum dewasa yang lahir akta sebagai salah satu cara untuk membantu melindungi mereka dari eksploitasi. Dia juga bekerja untuk memastikan belum dewasa diberikan akte kelahiran. Dia menyampaikan pendaftaran tersebut merupakan langkah pertama menuju enshrining hak anak-anak, pertanda usia mereka, dan untuk membantu melindungi mereka dari perbudakan, perdagangan, perkimpoian atau dipaksa melayani anak sebagai tentara. Dia telah dianugerahkan Internasional Anak Hadiah Perdamaian oleh mantan Presiden Afrika Selatan FW de Klerk, yang memenangkan Hadiah Nobel Perdamaian pada tahun 1993.
courtesy : kaskus
Annelies Marie “Anne” Frank (12 Juni 1929 – Februari/Maret 1945) ialah seorang wanita kaum Yahudi yang menulis sebuah buku harian saat ia bersembunyi bersama keluarga dan empat temannya di Amsterdam semasa pendudukan Nazi di Belanda pada Perang Dunia II.
Setelah bersembunyi selama dua tahun, grup mereka dikhianati dan mereka dibawa ke kamp konsentrasi yang menimbulkan seluruhnya tewas kecuali Otto, ayah Anne.
Otto kembali ke Amsterdam dan beliau menemukan buku harian anaknya. Karena yakin akan uniknya catatan tersebut, Otto berusaha mempublikasikannya. Buku harian tersebut diberikan kepada Anne pada ulang tahunnya yang ketiga belas dan mencatat rentetan peristiwa-peristiwa kehidupan Anne dari 12 Juni 1942 sampai catatan terakhir pada 1 Agustus 1944.
Akhirnya buku harian itu diterjemahkan dari bahasa Belanda ke banyak sekali bahasa dan menjadi salah satu buku yang paling banyak dibaca di dunia. Beberapa produksi teater dan film juga mengangkat tema diari ini. Buku harian yang digambarkan sebagai karya yang cukup umur dan berwawasan ini menyodorkan potret kehidupan sehari-hari yang mendalam di bawah pendudukan Nazi; melalui tulisannya, Anne Frank menjadi salah satu korban Holocaust yang paling banyak dibicarakan.
(tapi ada jga yg menyampaikan kalo dongeng dari anne frank cuma hoax )
Iqbal Masih,1982 – 1995
Iqbal Masih ialah seorang anak pria Pakistan umur 4 tahun yang telah dijual ke industri karpet sebagai budak dengan harga US$12. Dia disuruh bekerja selama dua belas jam perhari. Karena jam kerja yang usang dan keras,kurang masakan dan perawatan, Iqbal mempunyai badan yang sangat kecil.
Pada usia dua belas tahun, Iqbal bertubuh tak layaknya anak pria yang gres berusia 6 tahun. Pada usia 10 tahun, beliau melarikan diri dari perbudakan brutal dan kemudian bergabung dengan Front Pembebasan Buruh bond Pakistan untuk membantu menghentikan pekerja anak di seluruh dunia,iqbal meolong lebih dari 3.000 anak Pakistan lepas dari perburuhan,escape to freedom. Dia telah dibunuh pada hari Minggu Easter 1995. Diduga oleh banyak pihak bahwa ia telah dibunuh oleh anggota “Carpet Mafia” alasannya ialah ia membawa publisitas terhadap pekerja anak di industri.
Pada tahun 1994, Iqbal telah dianugerahkan Reebok Human Rights Award. Pada tahun 2000, saat Hadiah untuk Hak-hak Anak dibentuk, beliau diberikan hadiah ini sebagai salah satu laureates.
Hector Pieterson,1964 – 1976
Hector Pieterson (1964 – 16 Juni 1976) menjadi ikon gambar pada tahun 1976 wacana pemberontakan apartheid di Afrika Selatan saat gosip foto oleh Sam Nzima wacana selesai hidup Hector yang sedang digendong oleh temannya, telah diterbitkan di seluruh dunia.
Dia dibunuh pada usia 12 tahun saat polisi menembaki siswa yang berunjuk rasa. 16 juni bangkit sebagai simbol perlawanan terhadap kekejaman dari pemerintah apartheid.
Saat ini, diketahui sebagai Hari Nasional Pemuda – sehari di Afrika Selatan yang menghormati kaum muda dan membawa perhatian terhadap kebutuhan mereka. 16 juni 2002,telah diresmikan sebuah museum Hector Pieterson di akrab daerah beliau di Orlando Barat.
Nkosi Johnson,1989 – 2001
lahir pada tahun 1989 di johanesburg.ia tidak pernah tahu ayahnya.Nkosi telah Mengidap HIV faktual sejak lahir,dia diadopsi oleh Gail johnson.Nkosi johnson mulai memjadi perhatian publik pada tahun 1997,ketika sebuah sekolah dasar dikota melville johannesburg menolak untuk menerimanya sebagai murid dikarenakan penyakit HIV-positif yang beliau derita.kejadian tersebut mengakibatkan kehebohan ditingkat tertinggi politik afrika selatan,konstitusi melarang deskriminasi atas dasar status medis.
Nkosi ialah inti pembicaraan di 13 Konferensi AIDS Internasional, di mana ia mendorong korban AIDS yang akan terbuka wacana penyakit dan untuk mendapatkan perlakuan yang sama.
Ini ialah cuplikan kata sambutan Nkosi: “kita semua insan yang sama, Kami mempunyai tangan, Kami mempunyai kaki, Kami sanggup berjalan, kami sanggup berbicara, kami mempunyai kebutuhan ibarat orang lain,jangan takut kepada kami,karena kita semua sama”
Nelson Mandela menyebut Nkosi sebagai “ikon usaha untuk hidup”. Bersama dengan ibu angkat, Nkosi mendirikan sebuah daerah dukungan HIV faktual untuk ibu dan belum dewasa mereka, Nkosi Haven’s, di Johannesburg.Pada bulan November 2005, Gail mewakili Nkosi saat ia mendapatkan Hadiah Perdamaian internasional anak dari tangan Mikhail Gorbachev. Nkosi’s Haven mendapatkan US $ 100.000 hadiah uang dari Yayasan KidsRights serta patung yang telah menamai Nkosi di Nkosi Johnson’s kehormatan.kehidupan nkosi ialah subjek dari buku Kami oleh Jim Woote.
Samantha Smith,1972 – 1985
Samantha Reed Smith ialah siswi Amerika dari Manchester, samantha menjadi populer di kala Perang cuek Amerika dan Uni Soviet. Pada bulan November 1982, saat Smith berusia 10 tahun, beliau menulis surat kepada pemimpin Uni Soviet Yuri Andropov,dia menanyakan mengapa kekerabatan antara Uni Soviet dan Amerika Serikat begitu menegangkan.kemudian surat tersebut dimuat koran Soviet di Pravda. Samantha sangat bahagia mengetahui bahwa surat itu telah diterbitkan, Namun, beliau tidak mendapatkan balasan. Dia kemudian mengirim surat ke Uni Soviet’s di Duta Besar Amerika Serikat untuk menanyakan apakah ada respon dari tuan Andropov.
Pada tanggal 26 April 1983, ia mendapatkan respon dari Andropov. Smith menarik perhatian media luas di kedua negara tersebut sebagai “Goodwill Ambassador”, dan menjadi dikenal sebagai “Duta Besar Amerika Serikat yang lebih muda” berpartisipasi dalam acara perdamaian di Jepang. Dia menulis sebuah buku dan co-bintang dalam serial televisi, sebelum kematiannya pada usia 13 tahun di Bar Harbor Airlines Penerbangan 1808 pesawat crash.
Thandiwe Chama,1991
thandiwe Chama ialah gadis Zambia berusia 16 tahun,dia memperoleh scooped the 2007 International Children’s menyingkirkan 28 nominasi lainnya dari seluruh dunia.hadiah yang prestasius tersebut diberikan kepada thandiwe pada hari ahad oleh pemenang hadiah nobel perdamaian betty williams and Live8 inisiator,sir bob geldof.hadiah berupa patung “the Nkosi” dan uang sebesar 100.000 Euro. Pada tahun 1999 saat thandiwe berusia 8 tahun,sekolahnya ditutup alasannya ialah tidak ada guru,thandiwe beserta 60 anak lainnya berjalan mencari sekolah lainnya.akhirnya semua belum dewasa tersebut ditampung di the Jack Cecup School.
diperkuat dengan prestasinya, thandiwe selalu meneriakkan wacana hak-hak anak sekolah untuk mendapatkan pendidikan yang layak. Thandiwe terus bersuara,misalnya dengan berbicara didepan gereja wacana belum dewasa dan AIDS,tetapi persoalan tidak selalu gampang dibahas di gereja.bersama dengan temannya beliau menulis dan mengilustrasi sebuah buku yang berjudul “the chicken with AIDS” yang menceritakan wacana kisah belum dewasa penderita AIDS. “Ini sangat penting untuk mengetahui bahwa anak juga mempunyai hak. Di sekolah saya berguru wacana hak. Dan kemudian saya tahu bahwa ini ialah sesuatu yang ingin saya untuk memerangi. Karena kalau belum dewasa telah diberi kesempatan, mereka yakin sanggup berkontribusi di dunia ini menciptakan daerah yang lebih baik. “-
Thandiwe Chama Om Prakash Gurjar,1992
Pada usia lima tahun,dia diambil dari orang tuanya dan bekerja diladang selama 3 tahun.setelah itu beliau menjadi pencetus di Bachpan Bachao Andolan,dia berkampanye wacana pendidikan gratis di rajasthan.dia kemudian membantu mendirikan sebuah network yang dikenal dengan nama “child friendly villages”,tempat belum dewasa yang dihormati dan hak-hak pekerja anak tidak diperbolehkan. Dia juga mengatur network yang bertujuan untuk memperlihatkan semua belum dewasa yang lahir akta sebagai salah satu cara untuk membantu melindungi mereka dari eksploitasi. Dia juga bekerja untuk memastikan belum dewasa diberikan akte kelahiran. Dia menyampaikan pendaftaran tersebut merupakan langkah pertama menuju enshrining hak anak-anak, pertanda usia mereka, dan untuk membantu melindungi mereka dari perbudakan, perdagangan, perkimpoian atau dipaksa melayani anak sebagai tentara. Dia telah dianugerahkan Internasional Anak Hadiah Perdamaian oleh mantan Presiden Afrika Selatan FW de Klerk, yang memenangkan Hadiah Nobel Perdamaian pada tahun 1993.
courtesy : kaskus

0 Response to "Kisah Belum Dewasa Inspiratif Yang Mengharukan"
Post a Comment